Manajemen Publik dan Kinerja Keorganisasian:


Manajemen Publik dan Kinerja Keorganisasian: 
Sebuah Agenda untuk Penelitian
George A. Boyne, Kenneth J. Meier, Laurence J. O’Toole, Jr. dan  Richard M. Walker

Pengantar Manajemen Publik dan Kinerja Keorganisasian
Bagaimana meningkatkan kinerja pelayanan publik?
Pertama, bagaimana cara yang tepat untuk mengukur kinerja organisasi publik? Kedua, seberapa besar peran manajemen dalam meningkatkan atau menghambat kinerja? Ketiga, bagaimana konteks dari program-program dan organisasi-organisasi, baik di bidang politik maupun keorganisasian, menciptakan kontingensi yang dapat meningkatkan atau menekan berbagai faktor penentu dari kinerja?

Teori
Teori ditandai dengan presisi dan melalui generasi proposisi sehingga akan membuat temuan empiris ke dalam bentuk yang koheren dan jelas, dan juga akan menunjukkan jalan menuju penelitian masa depan. Teori harus dibangun dengan kuat dan dapat dikembangkan lebih lanjut sehingga dapat diterjemahkan menjadi suatu penambahan studi empiris.

Manajemen Publik sebagai agenda Penelitian

Beberapa Kelemahan Teori dalam manajemen publik diantaranya adalah (1) Penelitian bersifat diskursif dan spekulatif tanpa tes empiris yang sistematis, dan tanpa petunjuk-petunjuk yang empiris. Selain itu kebanyakan Cakupan deskriptif Konstruksi teori tidak memuat argumen logis yang kuat, untuk menghasilkan hipotesis.
ContohGagasan teori ekonomi Choi dan Heinrich tentang efisiensi sebagai nilai yang kecil dalam memprediksi atau menjelaskan kinerja sistem kontrak pemerintah, Prinsip Provan, Milward dan Analisis dokumen Asett yang digunakan dalam memahami kinerja 
Syarat Teori yang baik dalam Manajemen Publik

  1. Teori yang tepat, memiliki suatu karakteristik yang berguna dalam penyelidikan manajemen publik dan peranannya dalam penyediaan layanan publik. 
  2. Memiliki presisi dan selalu berusaha untuk memperoleh kesetaraan.  
  3. Memiliki variabel dan implikasi yang kompleks sehingga perlu dikurangi jumlah variabel dan fokus 
  4. Membatasi hubungan yang sederhana, linear , dan aditif antar variabel. 
  5. (O'TToole dan Meier 1999), Memilih pada fokus yang menunjukkan hasil yang produktif dalam bentuk pertanyaan empiris. 
  6. Untuk menghindari pemalsuan data pada analissi perlu mengurangi variabel yang di uji statistik. 

Selain itu juga Teori harus didasarkan pada klasifikasi yang tepat dari suatu studi yang masih berlaku.
Rancangan teori yang baik mengidentifikasi dan mengklasifikasi informasi untuk menentukan hubungan dan bentuk fungsional dari hubungan tersebut,.

  1. Mengidetifikasi fitur-fitur (indikator) Pelayanan publik
    Pelayanan publik yang dapat mempengaruhi variabel seperti manajemen yang dapat meningkatkan kinerja keorganisasian. Contoh: Penelitian Kinerja kesehatan, kinerja dalam otoritas lokal Welsh, lembaga federal AS, pemerintah nasional Australia, negara bagian Wisconsin, sekolah di distrik-distrik Texas, serta dalam bentuk eksplisit lintas nasional dalam bidang pendidikan dan e-government menunjukkan bahwa tidak hanya kinerja keorganisasian yang bervariasi dalam konteks perbedaan dan lokasi kejadian, tetapi bahwa hubungan antar variabel diharapkan dapat bervariasi pada subjek kontingensi. 
  2. Prediksi yang tepat terhadap Manajemen publik,
    Misalnya, reformasi New Public Management yang akan dilakukan di negara ini, tapi tidak di negara yang lain. Kita perlu untuk menentukan karakteristik atau kontingensi yang mempengaruhi hubungan antara manajemen atau faktor-faktor lain dengan kinerja pelayanan publik.     Teori tersebut harus memiliki presisi untuk dapat menentukan bahwa, misalnya, gaya manajemen yang melibatkan jaringan kerja dengan pelaku-pelaku eksternal akan meningkatkan hubungan positif antara sumber daya dan kinerja.
  3. Ilustrasi kontingensi (Situasional)
    Beberapa teori telah mengungkapkan bahwa manajemen mempengaruhi kinerja melalui serangkaian interaksi non-linieritas (O'Toole dan Meier 1999), dan bukti dalam buku ini menunjukkan non-linearities tertentu yang tampaknya telah menjadi sebuah karya. Beberapa di antaranya, seperti kegiatan “Red Tape” birokrasi dan kinerja oleh Pandey dan Moynihan, tidak hanya menegaskan pentingnya suatu kontingensi, tetapi juga menunjukkan adanya kebijaksanaan konvensional, yang dalam hal ini mengenai efek negatif kinerja yang ditimbulkan dari adanya pita merah birokrasi. 

Dengan demikian perlu membangun Infrastruktur Intelektual yang menyangkut kinerja pelayanan publik
Kami menawarkan tiga proposal:

  • dua yang bisa dimanfaatkankan pada studi individu dan juga pada penelitian umum masyarakat dengan meningkatkan sistematika fokus tentang pengukuran dan menghasilkan varians melalui pendekatan-pendekatan metodologis, 
  • satu yang dapat menghasilkan manfaat, terutama untuk investasi masyarakat yang lebih luas.

Kinerja Keorganisasian: Sebuah Agenda untuk Penelitian

Setiap ukuran empiris dari Pengukuran Kinerja terdiri dari dua bagian, yaitu;

  1. nilai sebenarnya dari konsep yang sedang diukur dan 
  2. beberapa kesalahan dari hasil pengukuran seperti bias baik mengenai diskriminasi ras (Andrews dkk. 2005) atau mencerminkan kepentingan diri manajer (Brewer) juga ujian standarisasi tidak sepenuhnya mengukur hal yang menyangkut pendidikan (Smith 2003), 

Pengukuran Kinerja bersifat objective
Pengukuran Objektif menggunakan Efek instrumentasi, yaitu alat yang digunakan untuk mengukur berbagai interaksi kinerja dengan berbagai proses organisasi yang dapat memperjelas pengukuran mengenai kinerja.
Efek instrumentasi umum adalah perpindahan tujuan, sebagai organisasi tentunya berusaha untuk menghasilkan berbagai sistem akuntabilitas dan mengabaikan berbagai aspek pekerjaan yang tidak diukur oleh sistem akuntabilitas tersebut (Blau 1956).

Disfungsi Pengukuran (indikator) Kinerja Organisasi Secara Objektif

  1. Ketidakjujuran; menafsirkan jumlah pada pemilihan kasus-kasus pada suatu lembaga untuk mengukur kinerja staf akan menghasilkan angka-angka yang memungkinkan salah (Blau 1956), atau melaporkan data yang salah (Bohte dan Meier 2000). 
  2. Ada pengaruh tekanan politik ketika para pejabat politik berusaha untuk mencampuri program yang dilakukan.
  3. Boyne (2002) mengidentifikasi dimensi kinerja organisasi publik yang meliputi; kejujuran, partisipasi, akuntabilitas, dan biaya per unit dari hasil demokrasi (Moynihan dan Ingraham 2003). 
  4. Bidang Pemerintahan menggunakan data kinerja untuk membuat kebijakan, (Ingraham 2005). 
  5. Indikator kinerja hanyalah sebatas informasi umpan balik untuk pengambilan keputusan. 
  6. Pengendalian kinerja tergantung dari manajemen. Kenis menunjukkan bahwa "kontrol lembaga" tidak dapat diabaikan dalam pengendalian kinerja

Manajemen Publik 
Variabel Manajemen paling mempengaruhi kinerja yang terkait dengan fungsi-fungsi manajerial
Variabel manajemen masih jarang diteliti berkaitan dengan kinerja karena dampak dari bias disiplin ilmu ekonomi (berfokus pada insentif dan hasil) dan ilmu politik (berkaitan dengan faktor-faktor lingkungan eksternal pada tiap unit organisasi). Sebelum manajemen publik dapat menjadi suatu desain ilmu yang benar (Simon 1996), di mana salah satu tujuannya untuk meningkatkan kinerja, pertama-tama kita harus mampu mengukur aspek-aspek yang relevan pada sistematika manajemen baik besar maupun kecil, yang dapat diandalkan dan valid

Manajemen Sumber Daya Manusia
Praktek manajemen dapat memotivasi karyawan, mengurangi pergantian karyawan, dan mungkin mempengaruhi kinerja secara keseluruhan (Rainey 2003).

Dalam Penelitian praktek Manajemen perlu

  1. Mengembangkan ukuran efisien 
  2. Mengembangkan seperangkat langkah-langkah manajemen sumber daya manusia yang berlaku umum. 
  3. Menganalisis secara sistematis kinerja organisasi, 
  4. Memanipulasi variabel yang berkaitan dengan kinerja pelayanan publik.

Beberapa Pendekatan dalam Penelitian Manajemen Publik dan Kinerja Keorganisasian

  1. Melalui metode empiris, melalui Studi kualitatif dan Kuantitatif
  2. Metode eksperimental, meskipun akan sulit menggeneralisasi menurut Whitford dan Miller (2002)  
  3. Metode Survei oleh Chin dkk. 2000 dalam organisasi-organisasi politik
  4. Menggunakan studi empiris, simulasi komputer untuk menilai perbedaan taktik manajerial. 
  5. Pemodelan matematika, untuk melihat implikasi dari argumen teoritis atau bahkan untuk menunjukkan validitas logis dari suatu teori (O'Toole dan Meier 1999, March dan Simon 1958)

Catatan
Singkatnya, studi sistematis menyangkut kinerja pelayanan publik tidak akan banyak memiliki kemajuan tanpa peningkatan yang signifikan dalam studi manajemen publik. 
Seperangkat Data Hybrid
Ilmu manajemen publik tidak tersedia data secara luas, sehingga perlu ada data campuran karena:

  • Pemerintah memberikan sumber data tentang indikator kinerja, tetapi sedikit dan tidak ada hubungan dengan ukuran manajemen. 
  • Sumber data dari perangkat struktur organisasi yang tidak terdokumentasikan secara jelas sehingga Data arsip atau perangkat pemerintah tersebut perlu digabung dengan data survei struktur manajemen, kemudian menambah dan menggabungkan variabel-variabel lainnya. 
  • Data-data gabungan tersebut perlu dilengkapi dengan wawancara, kunjungan lapangan dan pengumpulan data melalui metode kualitatif untuk memberikan penjelasan dan menemukan adanya hubungan. 
  • Untuk membangun teori dalam bidang manajemen publik dan kinerja organisasi, dengan data campuran maka perlu dianalisis triangulasi untuk membuat pernyataan kausal yang meyakinkan, untuk menarik kesimpulan dan rekomendasi 

Metode-metode penelitian Manajemen Publik dan Kinerja Keorganisasian
Pada pembahasan ini akan fokus pada tiga item metode, yaitu; kausalitas, non linearitas, dan berbagai masalah yang terkait dengan beberapa tujuan dalam sebuah organisasi, program tunggal, atau jaringan kerja.
Kausalitas. Analisis Kausalitas digunakan untuk mengubah faktor-faktor yang akan meningkatkan kinerja, bukan hanya untuk menjelaskan kinerja.
Suatu perubahan dalam variabel independen secara konsisten akan menghasilkan perubahan berikutnya dalam variabel dependen hanya jika hubungan kausal itu ada.
Non-Linearitas

  1. bentuk fungsional, berupa pertanyaan apakah ada atau tidak ada hubungan antara dua variabel yang dirangkum oleh garis lurus atau dengan perkiraan non linier. 
  2. variabel mungkin berinteraksi satu sama lain dan dalam proses menghasilkan hubungan yang sangat berbeda untuk beberapa organisasi. 
  3. hubungan antara dua variabel mungkin berbeda-beda pada tiap organisasi atau pada organisasi yang sama pada waktu yang berbeda.

Beberapa Tujuan yang Saling Terkait
Tujuan penelitian Mungkin jenis metode yang paling bermanfaat dari penelitian ini adalah bagaimana perubahan kinerja pada program A dibandingkan dengan perubahan kinerja pada program B dan bagaimana rasio ini dapat dijelaskan oleh variabel lain. Jenis analisis program elastisitas pada dasarnya akan menciptakan variabel dependen baru dari tahun ke tahun perubahan dalam berbagai program. Analisis seperti juga bisa menentukan desain sistem di mana program kinerja pada satu tujuan menghasilkan eksternalitas positif untuk tujuan-tujuan yang lainnya.
Desain struktural yang mempengaruhi kinerja,
a. sentralisasi yang bertentangan dengan desentralisasi,
b. produksi bersama,
c. rentang kendali,
d. pencampuran berbagai tipe karyawan,
e. jumlah kantor-kantor lapangan
Struktur program adalah variabel yang hilang dalam studi kinerja organisasi. Aspek ini hanya satu di antara banyak dimensi pada struktur yang mungkin berhubungan dengan kinerja. Provan dan Milward (1995), misalnya, jaringan-jaringan kerja tampil lebih baik ketika mereka mengambil beberapa aspek struktural hirarki yang lebih tradisional.

Kesimpulan
Peneliti peduli akan kinerja, tetapi tidak menjadikannya sekedar pemikiran akan suatu estetika atau intelektual berpikir, akan tetapi karena menyangkut hasil-hasil pelayanan publik dan memiliki nilai-nilai publik.
Sebagai konsekuensinya, bila terfokus pada peningkatan pelayanan publik, maka perlu menangani beberapa metode pertanyaan dari perspektif yang agak terpisah dari ilmu sosial lainnya.
Meningkatkan pelayanan publik berarti meningkatkan nilai-nilai publik, melibatkan perbaikan-perbaikan desain. Sebagai ilmu desain, manajemen publik perlu menerapkan teknik baru yang dikembangkan untuk menentukan bagaimana memperkuat dampak kinerja.
Demikian pula, beberapa perbaikan metodologis dapat mendapatkan pengaruh pada masalah kontingensi dan non linearities yang jelas merupakan bagian penting dari suatu pemecahan masalah.
Metode canggih lainnya juga dapat membawa perbaikan praktis yang memungkinkan kita untuk menilai prospek dan tingkat sebuah tujuan atau, sebaliknya, sinergi dalam berbagai program publik yang lebih kompleks.

Share this article :
 

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Jay Template | uak sena
Copyright © 2011. Administrasi Publik - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger