Apakah Manusia itu?


Pertanyaan apakah manusia itu? selalu diajukan meski belum pernah memperoleh jawaban sempurna dan dapat memuaskan. Jawaban tentang apakah manusia itu selalu benar berdasarkan persfektif yang berbeda. Hampir semua cabang ilmu selalu mengikutkan pertanyaan tersebut dan bahkan sebahagian menyebutkannya bahwa esensi dari pengembangan pengetahuan terstentu mengarah kepada upaya untuk mengungkap keberadaan manusia. Pembicaraan manusia tidak pernah ada habisnya, karena manusia selalu membicarakan dirinya sendiri. Argumen-argumen dalam berusaha memahami hakikat manusia sendiri selalu beragam. Secara umum memiliki 3 pendekatan menurut Kattsoff yaitu (1) pemaknaan manusia dengan meneliti persamaan karakter manusia dengan karakter lainnya, (2) Pemaknaan manusia berdasarkan persfektif bahasa yang bersesuaian dengan maksud kalimat yang mengikutinya dan (3) Meneliti apa yang telah dilakukan manusia kemudia menyimpulkan hakikat manusia berdasarkan apa yang telah dihasikannya. Ketiga metode ini sesungguhnya berupaya untuk mengungkapkan jatidiri manusia. Metode pertama dan metode kedua sebenarnya terdapat kemiripan dalam mendeskripsikan apakah yang disebut manusia di mana pada kedua metode tersebut berusaha mengungkap manusia berdasarkan penggunaan istilah “manusia” berdasarkan persamaam karakteristik yang dimiliki dan disimpulkan dengan menggunakan bahasa yang dapat mempertegas karasteristik yang dimaksud. Sementara metode ketiga menggunakan penelitian terhadap apa yang dilahirkan oleh karakteristik tersebut untuk kemudian menyimpulkan berdasarkan apa yang telah dihasilkannya.
Dari ketiga metode ini sebenarnya telah melahirkan banyak definisi tentang manusia seperti “manusia dan  binatang kedua-duanya persis sama” Manusia adalah sebuah mesin yang diberi makan danmenghasilkna pikiran” dan “Manusia yang mulia merupakan sekedar penciptaan Tuhan”.
Dari keseluruhan simpulan-simpulan tentang manusia tentu tidak dapat memuaskan rasa ingin tahu manusia itu sendiri. Akan tetapi menurut Kattsoff bahwa pernyataan atau simpulan tentang manusia dapat saja diterima sepanjang memenuhi minimal tiga kriteria yaitu:
1. Jawaban itu runtut yang berarti tidak menimbulkan pertentangan  di dalam dirinya sendiri,
2. Jawaban itu sesuai dengan bahan bukti artinya dapat dikukuhkan oleh bahan-bahan yang menopang
3. Jawaban itu koheren dengan keyakinan kita dengan yanglainnya cocok dengan pandangan umum tanpa menimbulkan kontradiksi.

Share this article :
 

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Jay Template | uak sena
Copyright © 2011. Administrasi Publik - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger