Pernyataan Abstrak dan Pengamatan Konkret

Pernyataan Abstrak dan Pengamatan Konkret merupakan dua hal yang  perlu mendapat perhatian sebelum mengurai suatu kebenaran pada teori tertentu. DAlam melakukan testing teori sebagai upaya pembuktian kebenaran suatu teori adalah dengan memahami beberapa pernyataan yang berkaitan dengan teori yang dimaksud dengan sifat singkronisasi dari hasil pengamatan kongkret. Bagaimana mengetahui hubungan antara pernyataan Abstrak dan pengamatan Kongkret. Reynolds dalam A Primer thery Construktions merumuskan beberapa contoh sederhana berkaitan dengan hal tersebut. Misalnya pada contoh berikut:
 “Semakin Seragam sikap Anggota dalam suatu kelompok, maka kelompok tersebut semakin kohesif”.
Contoh tersebut memuat dua buah pernyataan yang masing-masing berdiri sendiri yaitu “Semakin Seragam sikap Anggota dalam suatu kelompok, dan pernyataan “kelompok tersebut semakin kohesif”. Pernyataan ini memang bersifat “spatial” dan “temporal” dan bersifat abstrak dan membutuhkan penelitian empiris untuk mebuktikan kebenarannya. Contoh lain yang dikemukakan adalah pada penelitian empiris pada universitas XYZ.
“Selama tahun 1965, pasangan yang berpacaran di Universitas XYZ yang memiliki orientasi politik yang sama, baik liberal atau baik konservatif, lebih tinggi frequenlty pertemuan dari pasangan dengan orientasi politik yang berbeda, yaitu satu konservatif dan satu liberal”.
Berdasarkan contoh tersebut maka jika dirujuk pada esensi pengujian teori yang berkaitan dengan bagaimana suatu penelitian kongkret mendukung pernyataan abstrak agar pernyataan abstrak tersebut menjadi benar. Perlu diketahui bahwa fakta-fakta yang dijelaskan oleh pernyataan konkret juga dijelaskan oleh pernyataan yang lebih abstrak, artinya bahwa setiap pernyataan abstrak didukung oleh kenyataan empiris demikian pula sebaliknya. Contoh di atas menunjukkan bahwa “Pasangan kencan sebagian kelompok, dengan orientasi politik merupakan bentuk sikap, sementara frekuensi pembentukan kelompok kencan adalah merupakan bentuk tindakan dari proses pembentukan kelompok.

Isu kedua sedikit lebih kompleks. Jika pernyataan abstrak, itu harus diterapkan di masa depan. Jika diterapkan pada situasi masa depan, ada kemungkinan kebenarannya tidak dapat dibuktikan. Oleh karena itu, tidak mungkin dapat membuktikan kebenaran pernyataan abstrak untuk semua kondisi masa depan kecuali setiap kondisi yang dimaksudkan berada dalam lingkup pernyataan. Di sisi lain, karena pernyataan abstrak berlaku untuk masa lalu dan masa kini, maka kemungkinan untuk membuktikan berlaku atau tidak berlaku pada beberapa situasi memungkinkan pernyataan abstrak dipalsukan.

Kedua hal ini perlu didiskusikan secara tepat yang berkaitan dengan strategi penelitian agar penelitian tersebut mengarah kepada pembuktian kebenaran dari suatu pernyataan, atau mencari bukti kebenaran pernyataan, sebagai tujuan dari suatu  penelitian. Yang terpenting dari persoalan ini adalah bahwa aggapan dasar peneliti jika pernyataan sekalipun abstrak tetapi tidak menjadi pasti apakah pernyataan itu benar atau salah sehingga para peneliti tidak dapat menjustifikasi suatu pernyataan benar atau salah sebelum melakukan uji untuk membuktikan kebenaran dari suatu pernyataan secara kongkret.

Berdasarkan hal tersebut maka dalam buku ini di tegaskan bahwa sesungguhnya pernyataan abstrak merupak salah satu faktor yang membangun kebenaran penelitian empirisme, bahwa pernyataan abstrak tersebut merupakan dasar untuk melakukan pembuktian melalui penelitian empirisme. Reynold menegaskan dua hal penting berkaitan dengan pernyataan abstrak dan penelitian kongkret yaitu: 

Hipotesis konkret mungkin benar atau salah, karena terkait dengan pengaturan tempat dan waktu. Jadi temuan penelitian konkret menjadi dasar keyakinan penelitia bahwa pernyataan abstrak akan berhubungan dengan bagian lainnya. Penggunaan statistik klasik, menekankan pada kepastian "benar" atau "salah", Meskipun prosedur keputusan statistik dapat diterapkan pada hipotesis yang lebih kongkret, akan tetapi hasilnya sering diterapkan secara langsung, akan tetapi tidak tepat digunakan secara langsung untuk pernyataan abstrak.

Setelah menemukan hubungan pembuktian antara pernyataan abstrak dengan pengamatan kongkret maka selanjutnya tingkat kebenaran pernyataan empirisme terhadap pembenaran pernyataan abstrak (pada postingan berikutnya).
Share this article :
 

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Jay Template | uak sena
Copyright © 2011. Administrasi Publik - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger